Pedagogi Homilitik dalam Jemaat Modern

Authors

  • Victoria Rempowatu Fakultas Teologi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Syalomita Putri Gratia Wonok Fakultas Teologi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon

DOI:

https://doi.org/10.63536/arastamar.v2i2.111

Keywords:

Digitalisasi, Pedagogi, Pemberitaan Firman, Teologi, Kontekstual, Gereja

Abstract

Perkembangan budaya digital telah mengubah cara jemaat menerima, memahami, dan belajar firman Tuhan, sehingga gereja menghadapi tantangan untuk mempertahankan kedalaman iman dan dimensi komunitarian dalam pemberitaan firman. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi pedagogi pemberitaan firman di tengah budaya digital serta merumuskan pola pedagogis yang relevan bagi pembentukan iman jemaat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap praktik pemberitaan dan pembelajaran firman dalam konteks gereja. Penelitian ini menawarkan gagasan pedagogi pemberitaan firman yang mengintegrasikan ruang digital dan persekutuan nyata melalui pendekatan dialogis, kritis, komunitarian, dan transformatif. Transformasi digital tidak cukup dipahami sebagai perubahan media penyampaian khotbah, tetapi sebagai perubahan ekosistem pembelajaran iman. Gereja perlu mengarahkan teknologi sebagai sarana pembentukan jemaat yang mampu menafsirkan, merefleksikan, dan menghidupi firman secara kritis serta bertanggung jawab. Dengan demikian, teknologi menjadi sarana penguatan persekutuan dan transformasi kehidupan jemaat, bukan pengganti komunitas iman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bevans, Stephen B. Models of Contextual Theology. Maryknoll, NY: Orbis Books, 2002.

Bintang, Verlis, Yanti Taruk Tangko, Devi Yanti, Jessica Gloria Padatu, dan Monicha Datu Palinggi. “Misi Gereja Di Era Digital: Pemanfaatan Teknologi Untuk Menjangkau Generasi Baru.” Jurnal Komunikasi 1, no. 3 (2023). https://jkm.my.id/index.php/komunikasi/article/view/14.

Bosch, David J. Transforming Mission: Paradigm Shifts in Theology of Mission. Maryknoll, NY: Orbis Books, 2011.

Campbell, Heidi A. Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds. New York: Routledge, 2013.

———. When Religion Meets New Media. New York: Routledge, 2010.

Campbell, Heidi A., dan Stephen Garner. Networked Theology: Negotiating Faith in Digital Culture. Grand Rapids: Baker Academic, 2016.

Creswell, John W. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. 2nd ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2007.

Freire, Paulo. Pedagogy of the Oppressed. Translated by Myra Bergman Ramos. New York: Continuum, 2005.

Gelder, Craig Van, dan Dwight J. Zscheile. The Missional Church in Perspective. Grand Rapids: Baker Academic, 2011.

Harris, Maria. Fashion Me a People: Curriculum in the Church. Louisville: Westminster John Knox Press, 1989.

Mahananie, Esa Tedja. “Pemuridan Digital dan Pembentukan Spiritualitas Jemaat di Era Pascapandemi: Kajian Teologi Praktika Kristen.” KAPATA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 6, no. 2 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.55798/kapata.v6i2.154.

Mezirow, Jack. Transformative Learning Theory. San Francisco: Jossey-Bass, 2009.

Moustakas, Clark. Phenomenological Research Methods. Thousand Oaks: Sage Publications, 1994.

Pakpahan, Binsar Jonathan. “Partisipasi aktif dalam ibadah online sebagai tanda persekutuan.” KURIOS 8, no. 1 (April 2022): 42. https://doi.org/10.30995/kur.v8i1.467.

Pando, B. Melkyor. Hiruk Pikuk Jaringan Sosial Terhubung: Refleksi Filsafat Teknologi atas Jaringan Sosial Terhubung. Yogyakarta: Kanisius, 2020.

Pariser, Eli. The Filter Bubble: What the Internet Is Hiding from You. New York: Penguin Press, 2012.

Pohagi, Deki, dan Rheinhard David Sutrisno. “Gereja Virtual dan Komunitas Digital: Transformasi Iman dalam Ekosistem Media Sosial.” Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar 1, no. 4 (Desember 2025): 80–100. https://doi.org/10.63536/arastamar.v1i4.94.

Robert W. Pazmiño. Foundational Issues in Christian Education. Grand Rapids: Baker Academic, 2008.

Root, Andrew. The Pastor in a Secular Age. Grand Rapids: Baker Academic, 2019.

Rudi Ranto Siallagan, Bernatd Lubis, dan Monfride Renova Simanjuntak. “Kajian Teologis: Pemberitaan Firman Tuhan Berbasis Digital Era 5.0.” Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik 2, no. 4 (Oktober 2024): 08–21. https://doi.org/10.61132/jbpakk.v2i4.747.

Sriyanto, Bambang, dan Aji Suseno. “Teologi Digital Dan Relevansi Misi Gereja Di Era Virtual: Studi Kritis Evangelisasi Online Di Kalangan Generasi Milenial Dan Gen Z.” Manna Rafflesia 12, no. 1 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.38091/man_raf.v12i1.623.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. 19 ed. Bandung: Penerbit Alfabeta, 2013.

Thiselton, Anthony C. Hermeneutics: An Introduction. Grand Rapids: Eerdmans, 2009.

Turkle, Sherry. Alone Together: Why We Expect More from Technology and Less from Each Other. New York: Basic Books, 2011.

Vanhoozer, Kevin J. Faith Speaking Understanding. Louisville: Westminster John Knox Press, 2014.

Widodo, Jusuf Agustian, dan Rosdinar Pangaribuan. “Dari Mimbar ke Layar Media Digital Dalam Penyebaran Nilai-Nilai Keagamaan.” Jurnal Sosiologi Agama Dan Teologi Indonesia 3, no. 1 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.24246/sami.vol3i1pp290-307.

Yustinus, Yustinus. “Dari Firman ke Konten Digital: Krisis Otoritas Alkitab dalam Perspektif Sola Scriptura.” Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 6, no. 2 (Februari 2026): 96. https://doi.org/10.25278/jitpk.v6i2.1152.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Pedagogi Homilitik dalam Jemaat Modern. (2026). Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar, 2(2), 48-62. https://doi.org/10.63536/arastamar.v2i2.111