Menganalisis Kembali Nilai-Nilai Spriritualitas dalam Penggunaan Musik Sekuler

Authors

  • Virginia Elintje Awaeh Fakultas Teologi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Hendry Corneles Mamengko Runtuwene Fakultas Teologi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon

DOI:

https://doi.org/10.63536/arastamar.v2i2.108

Keywords:

Musik, Sekuler, Spiritualitas

Abstract

Perkembangan budaya populer, khususnya musik sekuler, menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi pemahaman spiritualitas manusia modern. Selama ini musik sekuler sering dipandang terpisah dari pengalaman iman karena dianggap berada dalam ruang profan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai spiritualitas dalam musik sekuler serta memahami potensinya sebagai ruang transendensi dan refleksi iman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik melalui kajian teori Rupert Till dan konsep spiritualitas sekuler. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemahaman musik sekuler sebagai ruang teopoetis, yaitu medium di mana pengalaman estetis dapat menjadi tempat perjumpaan manusia dengan makna, harapan, dan yang transenden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik, melodi, dan pengalaman kolektif dalam musik populer mampu menghadirkan refleksi spiritual, pencarian makna hidup, dan keterhubungan manusia dengan pengalaman transendental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa musik sekuler dapat menjadi sarana pengayaan spiritualitas serta membuka paradigma baru bagi gereja dalam memahami hubungan iman dan budaya populer.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Cristovel, Benny. “Musisi Sekuler Dan Gerejawi.” Jurnal Jaffray 5, no. 1 (Desember 2007): 29–42. https://doi.org/10.25278/jj71.v5i1.124.

Cutteridge, David. Secular Music and Young People’s Spirituality. t.t.

DeNora, Tia. Music in Everyday Life. Cambridge ; New York: Cambridge University Press, 2000.

Epp, Timothy. “So Many Paths: Reconsidering the Secular/Sacred Divide in Popular Music.” Journal of Sociology and Christianity 11, no. 2 (Oktober 2021): 5–34.

Foley, Edward. “Music and Spirituality: A Journey into Porosity.” Religions 11, no. 10 (Oktober 2020): 532. https://doi.org/10.3390/rel11100532.

“Hakikat Musik Sekular dan Musik Gereja: Kajian Ontologis dari Perspektif Teori Idealisme Plato | Danum Pambelum: Jurnal Teologi Dan Musik Gereja.” Diakses 17 Juni 2026. https://ejournal.iaknpky.ac.id/index.php/pambelum/article/view/209.

Hidayat, Agung. “Musik Safustik Perspektif Seyyet Hossein Nasr.” Repositori UIN, 2017.

Moleong, Lexy J. Metodologi penelitian kualitatif. Remadja Karya, 1989.

Nakagawa, Shin. Musik dan kosmos: sebuah pengantar etnomusikologi. Yayasan Obor Indonesia, 2000.

Nursyahida, Arum Mei, dan Amika Wardana. “Makna Dan Nilai Spiritual Musik Hadrah Pada Komunitas Hadrah El-Maqoshid.” Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi 9, no. 1 (Maret 2020): 26–36. https://doi.org/10.21831/dimensia.v9i1.38927.

Pachoer, Raden Datoek A. “Sekularisasi dan Sekularisme Agama.” Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya 1, no. 1 (September 2016): 91–102. https://doi.org/10.15575/rjsalb.v1i1.1372.

Partridge, Christopher. The Re-Enchantment of the West: Volume 1 Alternative Spiritualities, Sacralization, Popular Culture and Occulture. A&C Black, 2005.

“(PDF) Sebuah Ilmu Menghasrat: Topografi Studi Spiritualitas Di Indonesia.” ResearchGate, advance online publication, 9 Juni 2026. https://doi.org/10.46567/ijt.v9i2.231.

Saraswati, Widya Kirana. “Relasi musik dan spiritualitas.” Maliki Interdisciplinary Journal 4, no. 6 (Mei 2026): 364–70.

Sikumbang, Moh. Nazir Risman. Metode Penelitian. Cet. 8. Bogor: Ghalia Indonesia, 2013.

Siyoto, Sandu, dan Muhammad Ali Sodik. Dasar Metodologi Penelitian. Literasi Media Publishing, 2015.

Soeharto, M. Kamus musik. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 1992.

Somala, Rico, dan Mohammad Subhi. “Musik Sebagai Jalan Pencerahan Spiritual Dalam Doktrin As-Sama Hazrat Inayat Khan.” Jurnal Peradaban 5, no. 1 (Juni 2025): 24–41. https://doi.org/10.51353/ec3fyk96.

Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Cet. 12. Bandung: Alfabeta, 2016.

“The Relationship Between Islamic Music and Spirituality A Study by Musician Setiawan Djody | Eduvest - Journal of Universal Studies.” Diakses 31 Agustus 2025. https://eduvest.greenvest.co.id/index.php/edv/article/view/51266.

“The role of music in young adults’ spiritual development: International Journal of Children’s Spirituality: Vol 23 , No 2 - Get Access.” Diakses 31 Agustus 2025. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/1364436X.2018.1449737.

Till, Rupert. Pop Cult: Religion and Popular Music. A&C Black, 2010.

Vania, Sabina Stella, Samsul Maarif, dan Royke B. Koapaha. “Musik sebagai Doa: Eksplorasi Metafora pada Musik Taizé di Skolastikat SCJ Yogyakarta.” INVENSI 10, no. 1 (Juni 2025): 111–26. https://doi.org/10.24821/invensi.v10i1.11972.

Westermeyer, Paul. “Music and Spirituality: Reflections from a Western Christian Perspective.” Religions 4, no. 4 (Desember 2013): 567–83. https://doi.org/10.3390/rel4040567.

Williams, Matthew A. “Not Secular: Interrogating the Sacred-Secular Binary through Gospel-Pop Performance.” Religions 14, no. 9 (September 2023): 1178. https://doi.org/10.3390/rel14091178.

Yulianti, Rahmani Timorita. “Pengaruh Musik Bagi Pencapaian Spiritual.” Millah: Journal of Religious Studies, 2004, 326–29.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Menganalisis Kembali Nilai-Nilai Spriritualitas dalam Penggunaan Musik Sekuler. (2026). Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar, 2(2), 01-16. https://doi.org/10.63536/arastamar.v2i2.108